ASSLM....DENGAN RAHMAT DAN HIDAYAH ALLAH SWT KAMI PANITIA REKRUTMEN FLP CAB. PEKANBARU DENGAN INI MENGUMUMKAN HASIL TES KELULUSAN BERUPA TES KEPENULISAN, KEISLAMAN, ORGANISASI DAN INTERVIEW SEBAGAI BERIKUT: Hasil Tes Tertulis Open Rekrutmen FLP Pekanbaru Pekanbaru, 25 Oktober 2009 1. PUTRI/ No/ Nama/ Kepenulisan/ Keislaman/ Organisasi/ Interview/ Total 1. Nur Hamidah: /70 /60 /60 /90 /70 2. Dewi Susanti 70 62 70 75 70 3 Nur Jannah 60 45 75 70 62 4. Martina Eka Desvita 50 85 70 85 72 5. Hatsi Ulandari 30 85 95 78 72 6. Icha Maisyarah 78 75 75 88 79 7. Rosa Sumbar Wati 75 65 79 85 76 8. Teti Dwi Jayanti 72 45 75 75 67 9. Rafika Putri 90 60 80 75 76 10. Loli Febriyeni 67 75 90 75 77 11. Rengga Putri Anjayani 77 45 80 75 70 12 Hepta Pracipta Dewi 67 60 75 78 70 13. Nila Kusmawati 67 60 70 78 69 14. Jasmawati 100 75 65 90 82 15. Sulina Putri Prima Saptari 87 75 70 80 78 16 Afriyanti 80 65 60 85 72 17. Suci Apriyani 70 85 50 78 71 18. Ismahera Omar 100 85 60 89 83 19. Lisma Hariyani 65 45 65 85 65 20. Weni Okta Suida 80 49 70 75 68 21. Hera Arman 67 70 55 75 67 22. Rahma Rinawati 82 70 80 80 78 23. Resti Aryani 100 75 75 75 81 24. Siti Fatimah 100 63 70 75 77 25. Dian Fradini 57 60 75 75 67 26. Nur Alfi Laily 70 70 65 75 70 27. Afni Benazir 95 85 85 85 87 28. Namira 100 45 80 78 76 29. Gusriyenti 95 84 85 88 88 30. Ashfiya Nabila Arrasuli 80 65 70 75 72 31. Resti Pratiwi 67 45 60 75 62 32. Afranisa 100 65 80 75 80 33. Sri Syafnita 78 75 80 85 79 34. Mentari Daulay 75 70 75 75 74 35. Rukiah 79 85 80 85 82 36. Yulia Minarti 75 60 75 70 70 37. Resiana Heri 90 75 70 75 77 38. Nina Karlina 75 75 79 80 77 39. Febi Yusrianti 80 70 75 80 76 Hasil Tes Tertulis Open Rekrutmen FLP Pekanbaru Pekanbaru, 25 Oktober 2009 (Putra) 2. PUTRA NO Nama/ Kepenulisan/ Keislaman/ Organisasi/ Interview/ Total 1. Mersel Peba/ 65/ 70/ 70/ 70/ 69 2. Geovani Gabreli 90 65 55 75 71 3. Pebrio Irawan 27 65 65 75 58 4. Rudi Rendra 80 80 50 85 74 5. Rio Al-Azhar 70 85 55 90 75 6. Mulyadi 95 70 95 75 84 7. Muhammad Rizal 84 85 85 81 84 8. Sarwan Kelana 70 79 55 90 73 9. Hasanal Bulkiah 80 80 55 100 79 10. Dian Ok Putra 85 80 90 95 87 11. Nizamil Fadli 70 65 60 79 76 12. Sadriadi 90 79 70 80 80 13. Aidilah Suja 95 80 60 85 80 14. Abdul Hamid Nasution 50 60 80 78 67 15. Hendra Tama Saragih 90 60 60 80 72 16. Muhammad Asqalani Nst 70 60 70 78 69 17. Puput Jumantirawan 100 65 80 80 81 18. Suwito 10 80 70 78 59 19. Afdal 30 85 75 100 72 20. Pujiono Slamet 77 70 65 90 75 21. Syalma Hendri 50 60 65 78 63 22. Reri Saputra 70 80 70 80 75 23. Nofri Andri 70 80 60 75 71 24. Ari Aprilis 65 75 70 75 71 25. Satria Antoni 75 85 70 75 76 26. Muflih Helmi 86 83 90 85 86 27. Farhan 55 85 70 75 71 28 Jumardi 75 80 85 100 85 NB: 1. BAGI NAMA YANG BELUM TERCANTUM BISA MENGHUBUNGI DEVISI HUMAS CP: 081275133357. 2. BAGI NILAINYA YANG DI BAWAH 60 DINYATAKAN LULUS BERSYARAT, DENGAN MEMBUAT KARYA TAMBAHAN BERUPA: 1 PUISI, 1 CERPEN DAN 1 OPINI (3 JENIS KARYA). 3. SUKSES DAN TAHNIAH BUAT TEMAN-TEMAN YANG SUDAH DINYATAKAN LULUS PADA SELEKSI CALON ANGGOTA FLP CAB. PEKANBARU ANGKATAN V 2009-2010. 4. NAMA YANG TERCANTUM DI ATAS BERHAK MENGIKUTI PELATIHAN/MAGANG PERDANA, AHAD 08 NOVEMBER 2009, PUKUL 08.00 WIB s/d selesai DI GALLERY IBRAHIM SATTAH MTQ. 5. HAL-HAL YANG BELUM JELAS BISA HUB SEKUM FLP CAB. PEKANBARU: 085271380014 LEBIH JELAS BISA JUGA LIHAT DI : www.muksalbonai.blogspot.com
Selengkapnya.....November 1, 2009
October 14, 2009
RUANG KARYA FLP 3
"HIKAYAT PAPYRUS TUA" tempat persinggahan hamba; aku menggenapkan sunyi dalam lembaran suci di atas rehal bersila dalil bahwa kupernah singgah melepaskan dahaga dari mushaf-Mu yang penuh kata-kata dari ayat-ayat yang telah kubaca, aku jemput tanda kebesaran dan keagungan indahnya ayat terus mengebatku untuk setia mengayun membaca kata-kata betapa tajam ayat ilahi itu menusuk ingatanku pada bulan puasa yang mulai memamah sehasta-hasta kata-kata itu sang Khalik yang punya tertanam di lembaran-lembaran papyrus tua di atas lembaran papyrus itu sahabat nabi ukir kalimat ilahiyah mereka abadikan fragmen sandaran manusia ingin kubawa kenangan dari bulan ramadhan di atas kemarau sajadah lembabnya lidah secarik kertas papyrus muda hari itu, beduk berbuka dan azan bergantian terseru alam, aku teguk air sebutir kurma basahkan hati basahkan nadi lalu air wudhukku lunturkan debu aku tatap lagi lembaran mushaf-Mu harap catatan baru purba amalku sebagai ayat tamsil semesta dan aku cium mushaf papyrus tuaku Pekanbaru, 2009 BY: M. HADI (Pernah dimuat di Xpresi Riau Pos & Pemenang pertama lomba puisi oleh Tabloid Ar-royyan 2009
Selengkapnya.....
RUANG KARYA FLP 2
"9 JURUS PENDEKAR MOTISAKTI" Sobat FLP, Siapa yang nggak kenal Bruce Lee? Legenda kungfu ini nyaris tak tertandingi. Di setiap pertandingan, Lee mengalahkan lawan-lawannya dengan jurus handalanya pada era 1940-1973. Jurus ciptaannya yang dikenal dengan Jet Kune Do disertai lengkingan naganya yang khas. Sobat kudu tahu di Indonesia juga ada lhoh! Hmm, namanya Kang Zen, ia telah meciptakan 9 jurus handal untuk menjadi pendekar Motisakti. Jurus-jurus ini dipakai untuk mengalahkan dimensi masalah yang menyapa dan juga membakar motivasi kita menerpanya. Tentunya bukan jurus sakti dalam teknik fisik, tapi dalam bentuk kata-kata yang menggerakkan. Maka kita berlatih jurus-jurus yang terhimpun dalam kata “MOTISAKTI”. 1. Mulailah dengan fokus. Jurus awal ini mengajak kita untuk fokus pada satu tujuan, ketika bisa fokus kita akan meraih banyak hal. Jika tidak bisa dan mengejar banyak hal, maka tak satupun yang kita dapatkan. Seperti berburu dua kelinci sekaligus, maka tak satu kelinci pun yang bisa kita tangkap. 2. Ops! Berhentilah dari berhenti. Allah Swt memberikan solusi setiap porsi masalah, sesuai dengan kemampuan kita. Maka jangan berhenti dan putus asa atas masalah yang kita hadapi. Karena tidak ada satupun yang berhenti. Jika lampu hijau menyala, maka kendaraan kita bergerak. Menyala merah, kendaraan yang lain bergerak. Dan lampu kuning menyala, maka kita bersiaga untuk bergerak. 3. Tundukkan keraguanmu. Kenapa orang yang ragu selalu diselimuti kegelapan, tidak ada gairah untuk hidup. Karena RAGU ialah Rasa Gagal yang Mengganggu. Pilih, bunuh keraguanmu, atau ia yang membunuhmu. 4. Isilah bahan bakarmu. Gimana mau beraksi, kalau kita kehabisan bahan bakar atau energi. Biasakanlah diri untuk berolahraga, makan minum yang teratur, dan tidur yang berkualitas. Jangan lupa seimbangkan dengan zikir. 5. Sinergikan kekuatan dan bangun empati. Kita adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Dengan tersenyum saja, kita telah berinteraksi dengan orang lain. Ingat, walaupun sekedar tersenyum, kita sudah melibatkan puluhan bahkan ratusan orang, sehingga senyuman kita pun berkualitas. 6. Ada prestasi di balik frustasi. Hidup adalah pilihan, pilih surga atau neraka, manyun atau senyum, culas atau cerdas, dan frustasi atau prestasi. Maka tentukan sekarang pilihan hidup kita. 7. Kuburkan egomu. Kebanyakan orang yang tidak berhasil, karena ia mementingkan egonya. Bahkan semakin kita ego, semakin besar peluang darah kita tersumbat dan tidak lancar. Sehingga membuat jiwa sakit dan fisik pun merana. Maka hilangkan EGO (Emang Gue Orang lain apa?) 8. Temukan arti cinta. Cinta ibarat setetes air hujan dalam kemarau yang panjang. Cinta akan kuat ketika bersama Allah Swt. Ketika kita tidak takut menyontek karena Allah Swt, Zat Maha Pengawas. Berarti kita jauh dari cinta yang sempurna. 9. Inilah saatnya beraksi. Ini jurus pemungkas, seperti jurus Jet Kune Do-nya Bruce lee. Katakan dalam hati kita sekarang, ”bisa tidak bisa harus bisa”. Berarti kita telah berusaha untuk menjadi luar biasa. Ayo berAKSI (Aku Kerjakan Sekarang Ini). Nah, gimana dengan 9 jurus Zen el-Fuad; Motivator Sinergi Semesta ini? Yang dihimpun dalam bukunya “MOTISAKTI; motivasi yang bikin kamu sakti” terbitan Pro You, 2009. Maka tetaplah selalu bergerak, menghilangkan frustasi dengan solusi untuk meraih kesuksesan hakiki. Semoga menjadi Pendekar Motisakti ya...By: M. Hadi/SEKUM FLP PKU 2009
Selengkapnya.....
RUANG KARYA FLP 1
AKU BANGGA MENJADI PEMUDA-PEMUDI MUSLIM Oleh: Muklisin Al-Bonai Sobat, berbahagialah, tersenyumlah karena kita dilahirkan dalam keadaan muslim dari rahim seorang ibu muslimah. Ini semua bukanlah kebetulan. Apakah ada di antara sobat yang lahirnya secara kebetulan, ‘Saya kebetulan lahir...’ Tapi ini adalah rahmat dan karunia Allah. Nah, sobat muda sudah tentu tahu dong kalau nikmat yang paling tinggi itu adalah nikmat iman dan Islam. Jadi, kita musti bersyukur dan bangga sebagai pemuda muslim. Kita beruntung telah dilahirkan sebagai seorang muslim. Coba bayangkan kalau kita lahir di negeri kaum kafir, otomatis kita juga ikut agama ortu kan? Namun mengapa ada saja sobat muda kita yang masih di bawah garis kemaksiatan, jauh dari nilai dan prilaku Islam? Mengapa masih banyak dari sobat muda yang terjerumus dalam prilaku menyimpang; memakai norkoba, miras, pergaulan bebas, pacaran, suka hura-hura dan nongkrong di tepi jalan raya yang meresahkan masyarakat? Secara otomatis mereka tidak mengenal jati diri sebagai pemuda muslim yang terbaik dan beruntung. Seorang sahabat pernah bercerita: Saya teringat pengalaman saya pada Ramadhan 1430 H. Pada suatu malam saya keluar untuk suatu keperluan. Sebelum saya menyeberang jalan saya mendengar suara brisik sangat mengganggu sekali. Ternyata ada sekawanan ABG yang lagi nongkrong. Di bulan Ramadhan, di mana pada saat itu di masjid-masjid umat muslim lagi bertadarus, namun para pemuda ini malah bernyanyi dan mengganggu sekali. Saya merasa sedih bercampur rasa tidak rela dengan apa yang mereka lakukan. Seolah-olah mereka lupa jati diri sebagai seorang muslim yang beruntung, namun karena tidak tahu atau tidak mau tahu, jadinya mereka seperti itu. Kita tidak boleh memvonis mereka, namun kita harus merangkul para pemuda itu kembali. Inilah kondisi riil para pemuda yang tidak kenal agama mereka, itu hanya sebagian kecil, namun di belahan bumi Allah lainnya mereka harus segera kita rangkul. Sobat, semoga kita dijauhkan dengan hal sia-sia dan menjerumuskan. Mungkin benar juga yang dikatakan orang tua-tua kita,’tidak tahu diuntung,’ walau kalau kita dengar sekilas bahasanya tidak halus. Namun, yang perlu kita cermati, mengapa masih ada pemuda muslim yang jauh dari nilai Islam itu sendiri? Mengapa pemuda muslim tidak mencerminkan kepribadian muslim? Mengapa seorang pemuda tidak lagi bangga dengan Islamnya atau malah malu menonjolkan Islamnya? Banyak faktor sebenarnya yang menyebabkan hal tersebut, namun salah satu faktor yang amat mendasar adalah pemuda muslim ‘karena tidak tahu untung’ maka kebanyakan hanya memilih ‘rugi’. Maksudnya, kalaulah pemuda muslim tahu betapa beruntungnya ia menjadi seorang muslim, kita yakin mereka nggak bakalan merusak diri. Yang juga menjadi masalah adalah malu atau tidak bangga lagi menjadi seorang muslim. Malah bangga dengan budaya non-muslim. Maka untuk menjadi muslim tangguh dan luar biasa kita perlu memikirkan hal-hal berikut ini: Pemuda musti merasa beruntung menjadi seorang muslim dan mukmin Sobat, seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kita telah Allah karunia lahir dalam keluarga muslim. Ini menandakan bahwa Allah ingin memuliakan kita dan menyelamatkan kita. Hmm, sobat, ini ne ciri-cira orang yang beruntung, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya...” [Al-Mu’minun]. Sobat, banyak sebenarnya yang bisa membuat kita merasa beruntung dan benar-benar beruntung menjadi pemuda Islam. Bahkan sesuatu yang kurang baik sekali pun yang menimpa kita akan bernilai keberuntungan dan kebaikan. Dalam Riyadhush Shalihin Imam Nawawi, Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan RA, ia berkata bahwa Rasulallah SAW bersabda, “Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin, keadaan mereka senantiasa mengandung kebaikan. Tidak terjadi yang demikian itu kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur. Hal itu merupakn kebaikan. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar. Itu juga merupakan kebaikan. [HR. Muslim] Hmm, dahsyat bukan sobat? Jadi, apa lagi yang membuat kita merasa berat atau merasa tidak beruntung menjadi pemuda muslim dan mukmin hingga ada di antara kita yang jauh dari-Nya atau menzalimi diri sendiri? Duh, betapa beruntungnya kita dilahirkan sebagai seorang muslim. Ketika lahir kita telah dikenalkan dengan kalimat dan nama yang Maha Agung. Kita bagi yang laki-laki akan diadzankan dan yang perempuan diiqomatkan. Nama Allah dan Rasul-Nya. Tidak akan ada ditemukan diajaran mana pun hal yang demikian kecuali dalam dinnul Islam. Setelah itu kita diberi nama, dan dikitan. Bahkan kita diajarkan bagaimana berpakaian, bersuci dan hidup yang teratur. Sobat muda, sungguh amat beruntung menjadi seorang muslim, dalam Islam segala aktivitas kita telah diatur dengan indah, dari cara makan; sebelum dan sesudahnya dengan berdoa, dengan tangan kanan, makan harus duduk. Bahkan ke kamar kecil pun Islam telah mengatur adab-adabnya. Hal-hal yang sederhana saja Islam sangat indah mengaturnya, apalagi dengan hal-hal yang lebih besar, seperti menuntut ilmu, bersilaturahim, membantu orang yang membutuhkan. Kita harus bersyukur sobat dengan Islam yang kita pegang ini, ternyata ada saudara kita masih dalam keadaan tidak beruntung sebelum mereka mengenal Islam, bahkan mereka belum tahu cara berpakaian, mandi apalagi hal-hal yang lebih besar dari itu. Ada sebuah kisah dan pengalaman nyata seorang da’i di pedalaman Papua. Beliau adalah ustad Fadlan al-Garamatan. Tahukah kita bahwa beliau tidak mendakwahkan bagaimana shalat, zakat terlebih dahulu. Namun beliau mendakwahkan Islam dengan sabun mandi, belajar mandi dan belajar menggunakan pakaian kepada saudara kita di pedalaman Papua. Sobat muda, ternyata saudara kita di pedalaman sebelum mengenal Islam mereka tidak pernah mandi, tidak pernah pakai sabun, sampo bahkan tidak memakai pakaian seperti yang kita pakai. Cara mandi mereka hanya melumuri minyak babi yang mereka makan di seluruh tubuh mereka. Itulah ajaran nenek moyang mereka. Namun hanya berdakwah mengajarkan mereka mandi dengan sabun, mereka sangat bahagia, merasa beruntung dengan kedatangan Islam sebagai rahmatan lil’amin dan puluhan ribu masyarakat Papua berbondong-bondong memeluk Islam. Bagaimanakah dengan kita yang mandi dua kali, dengan sabun dan berpakaian lengkap, apakah kita tidak bersyukur dan merasa beruntung bahwa kita dilahirkan dari keluarga muslim. Maka, sobat, kita kudu bangga dengan menjalankan perintah agama ini karena ada saudara kita yang lain rindu akan kedatangan Islam yang membawa perubahan dan kedamaian. Katakanlah dengan lantang; ‘Aku bangga menjadi pemuda muslim’ Yuk kita belajar dari salah satu makhluk Allah yang selalu bangga dengan apa yang ia miliki walau yang lain mengejek atau menghinanya. Inilah dia ‘kura-kura akan tetap bangga sebagai kura-kura yang membawa rumah ke mana-mana’ SEEKOR kura-kura tampak tenang ketika merayap di antara sekerumunan penghuni hutan lain. Pelan tapi pasti itulah motonya. Ia menggerakkan keempat tapak kakinya yang melangkah sangat lamban: “Plak...plak..plak..!” Tingkah kura-kura itu pun mengundang reaksi hewan lain. Ada yang mencibir, tertawa, mengejek atau menghinanya. “Hei, kura-kura! Kamu jalan apa tidur!” ucap kelinci yang terlebih dahulu berkomentar miring. Spontan, yang lain pun tertawa riuh. “Hei, kura-kura!” suara tupai ikut berkomentar. “Kalau jalan jangan bawa-bawa rumah. Berat tahu!” Sontak, hampir tak satupun hewan tak terbahak. “Ha..ha..ha..ha! Dasar kura-kura lamban!” komentar hewan-hewan lain kian marak. Namun, si kura-kura tetap saja tenang. Kaki-kakinya terus melangkah mantap. Sesekali kura-kura menoleh ke kiri dan ke kanan menyambangi wajah rekan-rekannya sesama penghuni hutan. Ia pun tersenyum. “Apa kabar kawan-kawan?” ucap kura-kura ramah. “Kawan, tidakkah sebaiknya kau simpan rumahmu selagi kamu berjalan. Kamu jadi begitu lamban,” ucap kancil lebih sopan. Ucapan kencil itulah yang akhirnya menghentikan langkah kura-kura. Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu. “Tidak mungkin aku melepas rumahku,” suara kura-kura begitu tenang. “Inilah jati diriku. Melepas rumah, berarti melepas jati diri. Inilah aku. Aku akan bangga sebagai kura-kura, di mana pun dan kapan pun!” jelas kura-kura begitu percaya diri. Salut dengan pendirian si kura-kura! Wah sobat muda, hidup yang kita jalani adalah medan tempur, pertempuran kita tidak hanya dengan musuh secara fisik. Akan tetapi kita sesungguhnya bertempur dengan sesuatu yang tidak kita lihat, tapi ada. Bisa saja musuh kita itu; hawa nafsyu, bisikan syetan, ejekan, cemoohan, hinaan bahkan makian. Tidak jarang, apalagi ketika kita mencoba teguh dan tangguh dalam memegang prinsip kebenaran; sebagai pemuda muslim, kita akan dihadapkan dengan rintangan. Misalnya, ada-ada saja rintangan ketika pemuda belajar taat, kalau mau shalat berjamaah di masjid, ‘Eh tumben ke masjid. Alah jangan sok alimlah. Kuno! Masak hari gini pake ngaji segala. Masak gini hari pakai baju muslim, pakai celana levis kek, celana pensil kek! Masak gaulnya sama anak kampungan, sama kita dong, ne ada rokok, miras, narkoba, cewek cakep. Pokonya asyik deh!’ Kalau yang pemudi: ‘Masak hari gini pake jilbab, nggak gaul, udah buka aja jilbabnya, mending rambutnya kebuka aja lebih fresh dan menarik. Masak pake baju kurung, pake rok mini dong, baju yang ketat dan transparan, nggak gaul bangat lho!’ Inilah mungkin sederetan contoh yang akan dihadapi pemuda muslim. Ini adalah bentuk pertarungan hati nurani, apakah akan tetap teguh dan tangguh atau luluh oleh musuh. Walau tanpa kekerasan, pertarungan ini sangat fatal akibatnya dibanding terbunuh sekali pun. Sebab bagi pemuda yang kalah dalam pertarungan jati diri bisa lebih awal mati sebelum benar-benar mati. Maka akan terlihatlah mayat hidup yang bergentayangan. Ngerikan? Ini ne tips ampuhnya supaya kita tetap tangguh: ~Maka, kita sedikit banyaknya mengambil pelajaran dari kisah kura-kura yang mendapat ejekan dan hinaan. Namun ia tetap teguh pendirian, memegang prinsip dan jati dirinya. ~Sobat muda, musti gigih mempertahankan ‘rumah jati diri’ sebagai seorang muslim yang tangguh sepanjang hidup. Walaupun karena itu ia terlihat lambat. Tapi perjalannya sebenarnya pasti. Jangan tinggalkan atau tanggalkan rumah jati diri Islammu. Pertahankanlah izzatul Islam (kehormatan Islam). Walau badai ejekan, hinaan akan mendatangimu. Bertahanlah dengan benteng keimanan dan ketakwaan. ~Jangan malu dengan agamamu, jangan malu beribadah, jangan malu membaca Al-Qur’an, jangan malu berpakaian islami, jangan malu berdakwah. Itulah kebenaran sejati dari Allah dan Rasul-Nya. ~Sobat muda, kapan pun dan di mana pun kita berada, banggalah menjadi pemuda Islam. Dengan hidup sesuai ajaran Islam. Berpakaian, berbicara, berprilaku, berjuang dengan cara Islam. Jika sobat sudah berkomitmen, maka sungguh kemenangan di tangan sobat dan pantaslah sobat menjadi pemuda Islam yang tangguh. ~Yuk kita pahami kondisi pemuda Islam pada saat ini, antara lain; a.Krisis identitas Sobat, salah satu krisis yang terbesar menerpa dunia Islam adalah krisis identitas. Bukan berbentuk KTP atau sebagainya, tapi jati diri sebagai seorang muslim. Nah, ketika ada di antara muslim muda yang tidak tahu identitasnya sebagai seorang muslim. Maka bagi sobat yang sudah menuntut ilmu, ingatlah dan peganglah identitasmu, bahwa Allah adalah Tuhanmu, Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul, Islam adalah agamamu, Al-Qur’an adalah imam dan pedomanmu, jika sobat sudah kuat memegang identitas itu, itulah tali agama Allah yang benar (Al-Qur’an dan As Sunnah). Ikutilah jalan lurus itu hingga nafas berpisah denganmu. b.Mengabaikan ibadah Tidak sedikit pemuda muslim yang tidak kenal Islam. Dan tidak sedikit yang kenal, tapi tidak melaksanakannya. Maka dari itu, krisis mengabaikan ibadah ini harus kita hindari, kita ganti dengan segera dan selalu taat beribadah pada Allah. Karena kunci diciptakan jin dan manusia adalah ibadah. Jika kita ingin menjadi pemuda muslim yang tangguh, maka laksanakan ibadah sebagai kebutuhan, bukan sekedar melepas kewajiban. Sobatku, jika kita ingin menjadi seorang muslim yang luar biasa dan tangguh, maka laksanakan juga ibadah-ibadah tambahan. Shalat malam (tahajjud), karena malaikat Jibril pernah mengatakan bahwa kemulian seorang mukmin itu terdapat pada bangun malamnya, yaitu tahajjud. Mengapa Nabi ketika di awal dakwah harus bangun dan shalat malam? Karena tugas yang beliau emban sangat luar biasa berat, maka harus ada amalan luar biasa yang musti dilakukan Nabi. Karena selain tugasnya luar biasa berat, Nabi juga manusia luar biasa dan melakukan amalan dan doa luar biasa. Karena bangun malam itu pekerjaan orang luar biasa dan tidak akan dilakukan oleh orang biasa. Yusuf Mansur pernah mengatakan, “Jika hidup anda ingin menjadi luar biasa, maka usaha, doa dan ibadah anda harus luar biasa juga.” c.Mengekor budaya barat Beberapa hari yang lalu saya mendapat sms dengan sebuah pertanyaan yang klasik. “Bagaimana hukumnya mengucapkan ucapan ulang tahun kepada seseorang, apakah boleh atau tidak?” Saya memang bukan ahli tentang hal ini, namun saya coba menjawabnya dengan arif. Kurang lebih saya jawab berikut: ‘Sobat, mungkin kita pernah tejebak dengan hal ucapan ultah, namun setelah Allah beri ilmu dan cahaya, maka sudah jelas ucapan ulang tahun itu bukan budaya kita (Islam), itu budaya non-muslim, bukankah Nabi pernah mengatakan. “Barang siapa yang megikuti suatu golongan, maka ia termasuk golongan tersebut.” Jadi sobat tinggal pilih sesuai dengan keimanan.’ Sobat muda, budaya ulang tahun, tidak ada dalam Islam, jadi kita tidak usah mengekor pada budaya yang tidak jelas ujung pangkalnya. Yang parah lagi yang sudah jelas budaya itu bukan dari Islam, eh malah semakin diikutin, misalnya Valentine day, itu nggak islami banget. Dan langganan bulanan juga tidak kalah telah menjamur pada kalangan kawula muda, yaitu percaya Zodiak (ramalan bintang), hari gini percaya ramalan, apa kata dunia? Sobat, ketangguhan kita bakalan terbukti jika kita mengenal budaya Islam dan meninggalkan budaya-budaya non-Islam yang tujuan budaya mereka itu hanya merusak dan mengaburkan budaya Islam yang sudah jelas kebenarannya. Dengan demikian kita tidak menjadi penghalang keagungan agama Islam itu sendiri. Imam Syakib Arselan pernah mengatakan, “keagungan agama Islam terhalang oleh umat Islam itu sendiri.” Burhanuddin pernah mengatakan bahwa masih adanya kekeliruan atas anggapan bahwa Islam adalah warisan para penjajah dan para orientalis di Indonesia. Ada tiga senjata yang sengaja disimpan oleh para penjajah dahulu di kalangan bangsa Indonesia: 1. Budaya barat yang merusak moral, 2. Orang-orang Islam diupayakan agar benci kepada syari’at Islam, 3.Orang-orang Islam supaya hilang kebanggaannya terhadap agamanya sendiri. d. Menyia-nyiakan waktu Wah sobat, tahu nggak apa yang berlalu nggak bakalan kembali lagi? Yah..itulah waktu, kita musti hati-hati dengan perkara waktu agar waktu yang ada sama kita nggak sia-sia or merugi. Kan sayang kalau hidup yang sekali ini merugi karena menyia-nyiakan waktu. Nggak bangeeet kan! Karena Allah katakan, “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” [QS. Al-‘Asr: 1-3] Okay, itu tuh, supaya nggak rugi kita musti isi waktu dengan bekal amal shaleh, saling menasehati, dan musti banyak sabar. Coba kita hayati betapa pentingya waktu yang pernah di paparkan oleh Fadlan Al Ikhwani: 1 detik bagi tentara yang sedang berperang akan sangat mahal harganya, 1 detik saja musuh lebih cepat ia bisa kehilangan nyawa. 1 menit bagi seorang bapak menunggui istrinya melahirkan terasa lama. Ia akan mondar-mandir gelisah. Karena istrinya dalam 2 pilihan hidup atau mati. Jadi, setiap menit pun sangat bergarga baginya. 1 jam bagi seorang yang sedang menunggu kekasihnya akan terasa lama. Sehingga ia merasa gelisah apakah yang ditunggu datang atau tidak. Ia resah, gelisah, khawatir jika sampai tidak bertemu. 1 hari bagi orang yang tak mampu, kelaparan dan orang miskin rasanya sangat lama. Ia akan bertaruh apakah esok masih bisa bisa bertahan hidup atau tidak. Masih bisa makan atau tidak. 1 minggu bagi buruh pabrik yang gajinya sepekan sekali akan sangat berharga. Dari situlah ia menghidupi keluarganya. 1 bulan bagi orang yang terbaring sakit atau dalam penjara sangat berharga. Ia selalu menghitung hari kapan ia akan bisa pulang atau dibebaskan. 1 tahun bagi seorang anak yang tidak naik kelas. Seandainya waktu dapat kembali, maka ia manfaatkan waktu 1 tahun untuk beljar lebih giat. Jadi sobat muda, yang musti kita pertanyakan, bukan berapa jam kita hidup. Tapi, berapa jam yang telah kita manfaatkan dengan maksimal selama kita hidup hingga saat ini? Maka jadikanlah hidup yang sekali ini penuh arti. Hidup yang sementara penuh makna. Hidup yang sesa’at penuh manfaat dan taat pada-Nya.Key....You can do it, friends! ~Sobat muda, dari ufuk timur hingga barat, mari kita lantangkan ‘Isyhaduu biannaa muslimin. Inilah aku, aku bangga sebagai pemuda Islam kapan pun dan di mana pun! Saksikanlah bahwa aku seorang muslim! Oleh: Muklisin Al-Bonai CO. HUMAS FLP Pekanbaru Riau silahkan kunjungi: www.muksalbonai.blogspot.com Referensi rujukan: Al-qur’an dan terjemahan Kitab terjemah Hadist Shahih Bukhari Tafsir Ibnu Katsir: jilid 10 Shahih Riyadhush Shalihin: Imam Nawawi
Selengkapnya.....
INFO REKRUTMEN ANGGOTA FLP CAB. PKU
ASSLM...SOBAT FLP ada Peluang Emas!!! Sobat, Sebelumnye salam penulis! Eh sobat FLP, UDAH PADA TAU BLOM? MAU TAU???? MAU TAU AJAAAAA! WELL, GINI, ADA KABAR GEMBIRA, FLP CABANG PEKANBARU MEBERIKAN KESEMPATAN EMAS BAGI SOBAT SEMUA (dari SD; pelajar hingga ke Perguruan Tinggi; mahasiswa dan umum) UNTUK BISA GABUNG DENGAN FLP. MAKA FLP CABANG PEKANBARU MEMBUKA PENDAFTARAN REKRUTMEN ANGGOTA BARU, DIMULAI PADA TANGGAL 10 OKTOBER HINGGA 25 OKTOBER 2009. AGENDA: ~TES SELEKSI PADA TANGGAL 25 OKTOBER SYARAT DAN KETENTUAN: 1. Mendaftar pada panitia dengan investasi Rp. 25000 (termasuk biaya pelatihan selama 3 bulan; snack, materi de el el) 2. Mengisi formulir pendaftaran 3. Mengumpulkan tulisan (bisa berbentuk puisi, cerpen, tulisan ilmiah, opini/artikel, pilih salah satunya ataw bisa semua jenis tersebut, sebanyak 3 rangkap/kopi) 5. Mengikuti tes seleksi baik tertulis maupun wawancara 6. Bagi yang dinyatakan lulus seleksi, akan mengikuti pelatihan kepenulisan selama 3 bulan UNTUK INFO LEBIH LANJUT BISA MENGHUBUNGI PANITIA BERIKUT: UR Edi Sarjani (081276281669) Sugiarti (081578740869) Dea(085271233379) UIN Ahmad Ijazi H (081276140897) Dian Cita S (085265309425) Henri (081365005180) Iskandar (081275197592) UIR Desi Sommalia G (081371494388) Adi Sutiono (081371971587) UMUM Pak Dadang (PusWil: 085265288170) Muklisin Al-Bonai :081275133357) Sobat smua kan pada udah tau, so jangan sampai ketinggalan, peserta terbatas, en peluang emas nggak selalu datang 2 kali. Key!! Ttd PANPEL
Selengkapnya.....
February 7, 2009
INFO
Forum lingkar pena cabang pekanbaru akan mengadakan Talk Show Kepenulisan pada: tanggal : minggu, 22 februari waktu : 09.00 - selesai tempat : Aula MAN 2 Pekanbaru, riau pembicara: Nurrahman Effendi ( Penulis berbakat riau) Buku yang Di bahas : The wisdom of life ( Karya Nurrahman Effendi) kontribusi: Rp. 40.000 peserta akan mendapatkan: 1. ilmu, 2. buku, 3. sertifikat, 4. snack terbuka untuk umum
Selengkapnya.....
Pengumuman
sebelumnya kami mohon maaf atas keterlambatan penulisan pengumuman ini, ini di luar kehendak kami. keterlambatan ini dikarenakan internet tidak konek sewaktu kami akan memasukkan pengumuman ini: pelatihan kepenulisan akan diadakan pada: waktu: minggu, 08 februari 2009 pada pukul 09.00-selesai materi: bedah karya anggota magang dan pelatihan penulisan Novel pemateri: OLIRINSON ( NOvelis berbakat RIAU) sekian pengumuman ini kami buat supaya dapat dimaklumi. salam penulis!!!
Selengkapnya.....
January 3, 2009
Hiasi
lagi-lagi anggota Forum Lingkar Pena Pekanbaru menghiasi Lomba kepenulisan. yang kali ini adalah lomba resensi yang diadakan oleh perputakaan Soeman HS pekanbaru. lomba ini diadakan pada tanggal 20 desember 2008. pada tanggal 20 desember para peserta yang dinyatakan lulus ( diambil 12 besar putra dan 12 besar putri) mempresentasikan resensinya. juara Putra: wamdi ( ketua FLP Wilayah Riau) juara dua : Ahmad Ijazai Hsb ( Angkatan tiga ) Juara harapan pertama : M Hadi ( ketua Humas FLP cabang Pekanbaru) Juara harapan tiga : Agus Yoni P.W ( Ketua kaderisasi FLP Cabang Pekanbaru) juara putri ketiga: Desi somalia dan anak flp lainnya. semangatuntuk anak kutu nulis! semangat! semoga tetap istiqomah dalam dawah bil qolam! Allahuakbar oya, bagi teman-teman anggota flp yang belum tercantum namanya dharapkan dapat menghubungi atau menkonfirmasikan dengan ketua kaderisasi, agus yoni (085271558238).
Selengkapnya.....
